• Dampak Stress Terhadap Kehamilan

    by  • 21/01/2015 • Tips Hamil • 0 Comments

    Baca Kisah Sukses Seorang Ibu yang Berhasil Hamil dalam Waktu Singkat ---> KLIK DISINI

    Ingin cepat hamil? Jangan stress dulu? Mengapa? Silakan temukan jawabannya pada pembahasan berikut ini. Sampai saat ini, banyak dari kita mengetahui bahwa jika wanita hamil yang meminum alkohol atau merokok, dapat mempengaruhi kesehatan bayi dalam rahimnya. Tapi beberapa waktu belakangan, berkat penelitian terbaru, kita tahu bahwa cara bayi berkembang di dalam rahim tidak hanya tergantung pada apa yang ibu konsumsi, tapi keadaan emosional yang terjadi selama kehamilan juga dapat mempengaruhi kondisi bayi dalam rahim.

    Inilah Madu Penyubur Kandungan Rahasia Sukses Hamil Para Bunda ---> KLIK DISINI

    Dampak Stress Terhadap Kehamilan

    image credit: hestorkmagazine.com

    Stres pada kehamilan bisa mempengaruhi bayi? Apakah benar?

    Apakah kita menyadari bahwa stres ibu dapat mempengaruhi bayi? Ini adalah pertanyaan sentral dari banyak penelitian terbaru yang dikaji oleh banyak dokter kandungan di seluruh dunia. Menurut data terakhir menemukan (dengan bantuan penelitian di psychobiology perinatal di Imperial College London, Vivette Glover) bahwa terdapat hubungan yang cukup erat antara emosi ibu dan bayi dalam rahim.

    Selama sembilan bulan kehamilan melakukan cek-up atau kontrol adalah hal yang umum dilakukan untuk memeriksa keadaan ibu dan janin. Ini juga termasuk pengendalian berat badan, amniocentesis, USG, dll. Jika ibu menderita stres atau kecemasan secara terus-menerus, dapat diprediksi bahwa di masa depan bayi mungkin akan menderita masalah seperti hiperaktif attention atau deficit disorder, dan mungkin masalah perilaku (psikologi). Data juga menunjukkan bahwa kadar hormon stres kortisol, yang mempersiapkan tubuh untuk menghadapi apa yang dirasa bahaya, dapat mempengaruhi kedua belah pihak, baik ibu ataupun bayi.

    Semakin tinggi tingkat kortisol dalam cairan ketuban yang mengelilingi bayi, semakin rendah tingkat IQ pada otak bayi. Otak dan pembelajaran bayi mungkin akan mempengaruhi tingkat IQ. Tingkat kecemasan ibu bisa dua kali lipat tingkat hiperaktivitas anak dan memiliki efek jangka panjang pada perkembangan anak-anak mereka. Menurut peneliti, anak-anak dari ibu yang stres melaporkan masalah lebih banyak memiliki kecemasan, kurangnya perhatian, hiperaktif dan masalah perilaku, terutama anak laki-laki.

    Metode cepat hamil: Hindari stress!

    Selain itu, ibu yang menderita stress parah selama trimester pertama kehamilan beresiko hingga delapan kali bayi menderita gangguan bawaan pembangunan neural crest, seperti bibir sumbing, atau gangguan jantung. Namun, risiko secara keseluruhan memiliki bayi dengan kondisi seperti ini masih terbilang rendah. Stres tidak hanya mempengaruhi sistem saraf, tetapi juga kardiovaskular, hormonal dan kekebalan tubuh, ada alasan yang baik untuk mencurigai bahwa stres emosional yang berat (terutama selama trimester pertama, ketika banyak organ yang membentuk), bisa menyebabkan cacat lahir. (Baca juga: Manfaat Akupunktur Menjelang Kehamilan dan Setelah Persalinan)

    Bayi yang lahir dari ibu yang menderita pengalaman serius selama trimester pertama kehamilan lebih mungkin untuk memiliki cacat dalam struktur sel neural crest yang dipercaya berkontribusi pada pengembangan kepala, wajah, langit-langit gigi , hidung, bagian dari mata, telinga, tenggorokan bahkan tulang. Ini adalah struktur yang dikaitkan dengan peristiwa stres selama kehamilan. Wanita yang telah menderita kehilangan bayi lain selama trimester pertama kehamilan, adalah mereka yang lebih cenderung memiliki bayi dengan cacat jenis tersebut, hingga lima kali lebih mungkin untuk mengalami bibir sumbing atau cacat jantung.

    Beberapa peneliti mencoba untuk menjelaskan beberapa efek stres pada masa kehamilan janin dari hipotesis pemrograman. Hipotesis pemrograman janin ini menyatakan bahwa struktur dan fungsi berbagai organ dan jaringan yang “diprogram” atau secara permanen diubah dalam menanggapi rangsangan tertentu atau agresi selama periode kritis perkembangan janin. Misalnya, ukuran kecil saat bayi lahir atau peningkatan kerentanan terhadap efek samping ketika bayi tumbuh dewasa, seperti tinggingya tingkat kolesterol, tak terkontrolnya kada gula hingga menyebabkan diabetes, mendadak terserang hipertensi, dan lain sebagainya.

    Itu tadi tips cepat hamil dengan menghindari stress. Jika anda ingin tips cepat hamil lainnya, kami sarankan untuk berkunjung kesini untuk mendapatkan informasi terbaru.

    About

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *